Wartakini.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kabar gembira terkait neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS). Pada April 2025, Indonesia berhasil mencatatkan surplus yang fantastis, mencapai USD 1,12 miliar. Keberhasilan ini didorong oleh nilai ekspor ke AS yang mencapai USD 2,08 miliar, sementara impor dari AS hanya USD 0,96 miliar.

Related Post
"Jadi total nilai neraca perdagangan Indonesia-Amerika Serikat pada April 2025 ini adalah sebesar USD 1,12 miliar," ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers BPS, Senin (2/6/2025). Prestasi ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Meskipun demikian, secara nasional, neraca perdagangan Indonesia pada bulan yang sama hanya surplus tipis, yakni USD 160 juta. Angka ini merupakan yang terendah sejak April 2020. Penyebabnya adalah lonjakan impor sebesar 21,84 persen (year-on-year) menjadi USD 20,59 miliar, terutama dari Tiongkok dan Singapura. Sementara itu, ekspor hanya naik 5,76 persen menjadi USD 20,74 miliar, terpengaruh oleh penurunan signifikan pada komoditas tambang seperti batu bara akibat pelemahan harga global.
Ekspor Indonesia ke AS tetap menjadi salah satu yang tertinggi di antara mitra dagang lainnya. Namun, perlu diwaspadai, beberapa komoditas ekspor mulai merasakan dampak dari pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen yang diterapkan pemerintah AS sejak April 2025. Tarif ini direncanakan akan diberlakukan penuh pada Juli mendatang dan saat ini masih dalam tahap negosiasi antara kedua pemerintah. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat segera menyelesaikan negosiasi ini untuk menjaga momentum positif surplus perdagangan dengan AS.









Tinggalkan komentar