wartakini.id – Indonesia kini bergerak cepat dalam merajut masa depan energi bersih dengan menempatkan hidrogen sebagai pilar utama. Pemerintah tak main-main mempercepat pembangunan ekosistem hidrogen dari hulu ke hilir sebuah lompatan besar menuju transisi energi berkelanjutan. Langkah strategis ini mencakup pembangunan infrastruktur canggih pengembangan proyek-proyek hidrogen berskala besar hingga mendorong penggunaan kendaraan bertenaga hidrogen khususnya untuk sektor transportasi publik.
Baca Juga
Salah satu terobosan nyata terlihat dari rencana ambisius untuk armada Transjakarta. PT PLN Persero bersama PT Pertamina Persero secara aktif mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengadopsi bus berbahan bakar hidrogen. Ini bukan sekadar wacana infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Hidrogen HRS dan pasokan hidrogen telah tersedia. Ketersediaan armada menjadi satu-satunya penentu agar transportasi hidrogen segera mengaspal di ibu kota.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN memiliki kapasitas produksi hidrogen yang signifikan mencapai sekitar 203 ton setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut 75 ton dialokasikan untuk operasional pembangkit listrik sementara sisa 130 ton merupakan surplus yang siap dimanfaatkan untuk kebutuhan sektor transportasi. Kesiapan pasokan ini menjadi angin segar bagi percepatan implementasi kendaraan hidrogen di Indonesia.





































