Rupiah Menggila Dolar AS Tumbang Pekan Ini

Author Image

Masih Lionel

22 Agustus 2026, 16:02 WIB

wartakini.id – Mata uang Garuda berhasil unjuk gigi di hadapan dolar Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Rupiah mencatatkan performa gemilang dengan penguatan signifikan, membuat para pelaku pasar terkesima dan bertanya-tanya apa rahasia di baliknya.

Berdasarkan data pasar spot global yang dihimpun Jumat lalu nilai tukar rupiah melesat 0,75 persen dalam sepekan. Angka ini membawa rupiah dari posisi Rp17.827 menjadi Rp17.694 per dolar AS. Bahkan dalam perdagangan harian saja rupiah mampu menguat 0,3 persen menunjukkan momentum positif yang kuat.

Rupiah Menggila Dolar AS Tumbang Pekan Ini
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tren penguatan serupa juga terlihat pada kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Jisdor Bank Sentral. Rupiah Jisdor perkasa 0,73 persen dalam sepekan mencapai level Rp17.705 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.836. Secara harian kurs Jisdor juga tak mau ketinggalan dengan kenaikan 0,42 persen.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pemicu utama di balik kegemilangan rupiah adalah langkah strategis Departemen Keuangan AS. Mereka memutuskan untuk menggandakan program pembelian kembali surat utang pemerintah atau US Treasury berjangka panjang.

Departemen Keuangan AS berencana mengalokasikan setidaknya 4 miliar dolar AS untuk operasi pembelian kembali ini setiap kuartal mendatang. Tujuannya jelas yakni meredam imbal hasil obligasi tenor panjang yang dinilai tidak mencerminkan fundamental ekonomi AS yang sebenarnya. Menurut Ibrahim pemerintah AS bahkan berpotensi meningkatkan pembelian tersebut lebih lanjut jika diperlukan.

Di sisi lain data pasar tenaga kerja AS juga turut menjadi sorotan. Penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja Paman Sam masih relatif stabil meskipun sempat terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja pada Juli. Kondisi ini membuat Bank Sentral AS atau The Fed tetap waspada mengamati stabilitas inflasi di tengah perdebatan sengit di pasar mengenai arah kebijakan suku bunga acuan mereka ke depan.

Related Post