Strategi Cerdik China Tembus Pasar Eropa

Author Image

Masih Lionel

29 Oktober 2026, 21:06 WIB

wartakini.id – Pasar otomotif Eropa kini tengah diguncang oleh manuver tak terduga dari produsen kendaraan listrik asal China. Alih-alih menyerah pada kebijakan tarif tinggi yang mencekik, para pemain industri dari Negeri Tirai Bambu ini justru menemukan celah hukum yang sangat menguntungkan untuk tetap mendominasi pasar benua biru.

Strategi yang digunakan terbilang sangat cerdik yakni dengan membanjiri Eropa melalui jalur mobil listrik bekas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebijakan Uni Eropa yang menerapkan tarif anti-subsidi sangat tinggi bagi kendaraan listrik baru buatan China. Dengan memanfaatkan celah ini, konsumen di Eropa kini bisa mendapatkan teknologi mobil listrik mutakhir dengan harga yang jauh lebih miring.

Strategi Cerdik China Tembus Pasar Eropa
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Data menunjukkan adanya lonjakan drastis dalam tren ini. China EV Marketplace mencatat angka ekspor mobil bekas ke wilayah Uni Eropa melesat hingga lebih dari 280 persen secara tahunan. Sepanjang periode Januari hingga September 2026 saja, tercatat ada sekitar 7.900 unit kendaraan bekas yang berhasil dikirim ke pelanggan di sana.

Fenomena ini muncul sebagai dampak langsung dari aturan ketat Uni Eropa sejak tahun 2024. Saat itu, Uni Eropa menjatuhkan tarif tambahan anti-subsidi karena menilai pemerintah China memberikan bantuan finansial yang tidak adil kepada produsen lokal mereka. Jika mobil listrik baru masuk, beban pajaknya bisa sangat mencekik hingga mencapai 45,3 persen jika digabungkan dengan bea masuk standar.

Namun aturan tersebut ternyata memiliki titik lemah. Kendaraan yang masuk dalam kategori bekas tidak terkena beban tarif anti-subsidi yang sama beratnya. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para eksportir untuk mengirimkan unit yang sudah memenuhi kriteria tertentu.

Untuk menghindari kecurangan, Uni Eropa telah menetapkan standar ketat mengenai apa yang disebut sebagai kendaraan bekas. Sebuah mobil listrik baru bisa dikategorikan sebagai barang bekas jika sudah terdaftar secara permanen selama minimal enam bulan atau telah menempuh jarak perjalanan lebih dari 6.000 kilometer. Celah regulasi inilah yang kini menjadi jalan tol bagi produk China untuk tetap merajai jalanan di Eropa.

Related Post