Tanah Abang Bangkit! 6 Strategi Jitu Kembalikan Kejayaan Pasar Tekstil Terbesar Asia Tenggara

Tanah Abang Bangkit! 6 Strategi Jitu Kembalikan Kejayaan Pasar Tekstil Terbesar Asia Tenggara

Wartakini.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tengah berupaya keras menghidupkan kembali Pasar Tanah Abang, pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara yang kini tergerus era digital. Bukan sekadar pusat ekonomi, Tanah Abang merupakan ikon sejarah perdagangan Jakarta yang perlu diselamatkan dari ancaman kepunahan. Tantangannya berat; persaingan sengit dengan e-commerce, daya beli masyarakat yang menurun, dan citra pasar yang kurang menarik bagi generasi muda.

Meskipun digitalisasi, seperti penggunaan QRIS, telah menunjukkan peningkatan signifikan, revitalisasi Tanah Abang membutuhkan langkah lebih komprehensif. Anggota DPD RI, Fahira Idris, menekankan perlunya transformasi ekosistem pasar yang memadukan teknologi, kenyamanan, identitas budaya, dan integrasi perkotaan. "Menghidupkan kembali Pasar Tanah Abang bukan sekadar nostalgia, tapi peluang membangun ekosistem perdagangan baru yang modern, digital, inklusif, dan berkelanjutan," tegas Fahira.

Tanah Abang Bangkit! 6 Strategi Jitu Kembalikan Kejayaan Pasar Tekstil Terbesar Asia Tenggara
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ia pun merumuskan enam strategi jitu: pertama, hybridisasi pasar. Tanah Abang tak perlu bersaing dengan e-commerce, melainkan bermitra. Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya didorong membangun platform e-commerce khusus Tanah Abang yang menghubungkan pedagang langsung dengan konsumen, baik grosir maupun ritel. "Pedagang yang kurang melek teknologi bisa difasilitasi lewat pusat logistik bersama dan tim kreator konten resmi pasar," jelas Fahira, memastikan pedagang kecil tak kalah bersaing.

Kedua, revitalisasi fisik dan pengalaman pengunjung. Belanja di Tanah Abang harus menjadi pengalaman unik dan menyenangkan. Revitalisasi tak hanya fisik, tetapi juga peningkatan kenyamanan layaknya mal modern; AC di zona tertentu, jalur pedestrian ramah disabilitas, area pameran mode, hingga food street bertema Jakarta.

Ketiga, integrasi transportasi publik. Aksesibilitas menjadi kunci. Kolaborasi dengan Transjakarta untuk menghubungkan pasar dengan rute bus, pembangunan halte modern, integrasi dengan KRL dan MRT, serta ojol hub akan mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan pengunjung. Strategi selanjutnya akan dibahas dalam artikel berikutnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar