wartakini.id – Gelombang pemutusan hubungan kerja PHK yang membayangi sektor industri nasional ternyata bukan semata dipicu oleh harga atau pasokan gas bumi. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal blak-blakan menyebut tekanan geopolitik global sebagai biang keladi utama di balik ancaman serius ini. Situasi dunia usaha kini jauh lebih kompleks dari sekadar urusan energi.
Baca Juga
Said Iqbal menjelaskan bahwa serangkaian faktor global dan domestik menjadi beban berat bagi pelaku industri. Konflik berkepanjangan di Timur Tengah misalnya secara langsung mendongkrak harga bahan bakar minyak industri dan gas nonsubsidi. Kondisi ini diperparah oleh merosotnya daya beli masyarakat yang berujung pada penurunan volume produksi perusahaan.

Tak hanya itu pelemahan nilai tukar Rupiah juga turut membebani biaya produksi yang kian membengkak. Beberapa perusahaan bahkan terpaksa merelokasi sebagian proses produksinya ke negara lain menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi. Said Iqbal menegaskan bahwa banyak sekali variabel yang memengaruhi stabilitas industri saat ini.
Menanggapi potensi PHK yang sempat disebut mencapai puluhan ribu pekerja Said Iqbal meluruskan informasi tersebut. Pemerintah tengah melakukan verifikasi mendalam terhadap setiap kasus yang muncul di lapangan. Ia menekankan bahwa tidak semua laporan PHK merupakan kasus baru dan perlu dipastikan kebenarannya.
Pemerintah tidak tinggal diam dan berkomitmen penuh untuk menekan angka PHK semaksimal mungkin. Berbagai langkah mitigasi sedang digencarkan di berbagai perusahaan guna menjaga keberlangsungan lapangan kerja. Said Iqbal mengingatkan bahwa informasi yang beredar tidak selalu mencerminkan kondisi sesungguhnya di lapangan sehingga perlu kehati-hatian dalam menyikapinya.





































