Terungkap! Rupiah Anjlok di Atas Rp17.000, Ini Peringkat Indonesia di ASEAN

Wartakini.id – Kekhawatiran melanda masyarakat Indonesia setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menyentuh angka psikologis di atas Rp17.000. Situasi ini memicu pertanyaan besar mengenai posisi mata uang Garuda di kancah regional ASEAN, terutama setelah sejumlah laporan menyoroti daftar mata uang terlemah di kawasan tersebut.

Angka Rp17.000 per dolar AS bukan sekadar nominal, melainkan sebuah rekor yang melampaui puncak krisis moneter Juni 1998, di mana rupiah kala itu berada di level Rp16.800. Lonjakan ini sontak memicu alarm di kalangan ekonom dan masyarakat, mengingat dampak historis dari depresiasi mata uang yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Terungkap! Rupiah Anjlok di Atas Rp17.000, Ini Peringkat Indonesia di ASEAN
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebuah laporan terbaru dari Forbes pada Rabu, 20 Mei 2026, merilis daftar mata uang dengan nilai tukar terendah di ASEAN. Meskipun rilis ini tidak secara spesifik menempatkan rupiah dalam daftar teratas, kondisi terkini mata uang Indonesia menjadi sorotan utama.

Berikut adalah dua mata uang terlemah di ASEAN yang disorot dalam laporan tersebut:

  1. Dong Vietnam
    Di posisi pertama dalam daftar Forbes, kita menemukan Dong Vietnam. Per 15 Mei 2026, satu dolar AS setara dengan 26.322,41 dong Vietnam. Meskipun Vietnam dikenal memiliki fondasi ekonomi yang kuat, terutama di sektor elektronik, energi, dan tekstil, mata uangnya masih berjuang. Tekanan terhadap dong disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pembatasan ekspor, perlambatan permintaan global, serta dampak berkelanjutan dari suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memengaruhi aliran modal.

  2. Kip Laos
    Menyusul Dong Vietnam adalah Kip Laos, mata uang yang telah diperkenalkan sejak tahun 1950-an dan secara konsisten berada di antara yang terlemah. Pada tanggal yang sama, satu dolar AS dihargai 21.946,67 kip Laos. Meskipun Laos diberkahi dengan kekayaan sumber daya alam seperti tembaga, emas, dan kayu, statusnya sebagai negara yang terkurung daratan (landlocked) menimbulkan tantangan ekonomi yang signifikan. Kondisi geografis ini menghambat pertumbuhan dan stabilitas mata uangnya karena ketergantungan pada negara tetangga untuk akses perdagangan dan logistik.

Dengan kondisi rupiah yang sedang bergejolak dan melampaui rekor historis, pertanyaan mengenai peringkat Indonesia di antara mata uang terlemah ASEAN menjadi semakin relevan. Meskipun daftar Forbes menyoroti Dong dan Kip sebagai yang paling rendah, dinamika ekonomi global dan tekanan domestik menempatkan rupiah dalam posisi yang memerlukan perhatian serius dari otoritas moneter untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar