wartakini.id – JAKARTA – Menjelang musim mudik Lebaran tahun 2026, sorotan utama untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan bukan hanya tertuju pada infrastruktur atau penegakan hukum semata. Menurut Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya para pemudik, memegang peranan vital dalam menciptakan perjalanan yang aman dan selamat.

Related Post
Dalam sebuah diskusi bertajuk "Berkendara Aman & Selamat" yang diselenggarakan Jarak Aman di Jakarta pada Selasa (10/3/2026), Edo Rusyanto menegaskan bahwa faktor manusia masih menjadi pemicu dominan dalam insiden kecelakaan di jalan raya. "Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan," ujarnya, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran berlalu lintas dengan risiko rendah di kalangan pemudik untuk memangkas angka fatalitas.

Lebih lanjut, Edo menjelaskan bahwa kontribusi publik memiliki dampak signifikan dalam mengurangi baik jumlah kasus maupun tingkat fatalitas kecelakaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan memahami secara mendalam potensi bahaya yang mungkin timbul saat berkendara, serta menerapkan manajemen perjalanan mudik yang tidak hanya sehat tetapi juga mengutamakan keselamatan.
"Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara," saran Edo. Persiapan matang, mulai dari kondisi kendaraan, fisik pengemudi, hingga perencanaan rute, menjadi esensial. Dengan demikian, setiap individu yang terlibat dalam perjalanan mudik dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan target mudik Lebaran 2026 yang minim kecelakaan dan penuh keselamatan.









Tinggalkan komentar