Wall Street Terbang Tinggi: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Makin Kuat!

Wall Street Terbang Tinggi: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Makin Kuat!

Wartakini.id, Jakarta – Bursa saham Wall Street memulai pekan ini dengan catatan positif, didorong oleh harapan besar investor terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Tiga indeks utama mencatatkan kenaikan signifikan pada awal perdagangan.

Dow Jones Industrial Average melonjak 0,59% ke level 43.845,65, sementara S&P 500 naik 0,70% menjadi 6.281,59. Nasdaq Composite juga tak ketinggalan, tumbuh 0,97% ke posisi 20.850,66.

Wall Street Terbang Tinggi: Sinyal The Fed Pangkas Suku Bunga Makin Kuat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sentimen utama yang memicu optimisme di pasar adalah ekspektasi bahwa The Fed akan segera melonggarkan kebijakan moneternya. Harapan ini semakin menguat setelah rilis data ketenagakerjaan AS, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP), yang menunjukkan perlambatan pada bulan Juli.

Angka NFP yang lebih rendah dari perkiraan memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS sedang mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini membuka peluang bagi The Fed untuk mengambil langkah-langkah pelonggaran guna menstimulasi pertumbuhan ekonomi.

Menurut pantauan FedWatch dari CME Group, probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan September melonjak drastis menjadi 87,5%, naik tajam dari 63,1% pada pekan sebelumnya. Pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini.

Selain itu, pasar juga tengah mencermati dinamika internal di tubuh The Fed, menyusul pengunduran diri Gubernur Adriana Kugler. Langkah ini membuka kesempatan bagi Presiden Donald Trump untuk menunjuk figur baru yang lebih selaras dengan visi kebijakannya.

Sebelumnya, Trump juga telah melontarkan kritik terhadap keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga pada pertemuan sebelumnya. Ia kembali mendesak Gubernur Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga ke level yang lebih rendah.

Di sisi lain, ketegangan perang dagang kembali membayangi pasar setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif baru yang menetapkan tarif impor terhadap sejumlah negara, termasuk Kanada, Brasil, India, dan Taiwan. Langkah ini diambil meskipun negara-negara tersebut telah berupaya melakukan negosiasi ulang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar