Wartakini.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi atau penurunan sementara pada awal pekan depan, Senin (21/7/2025). Analis dari Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, meskipun indikator MACD masih menunjukkan tren positif yang menandakan minat beli yang berkelanjutan, namun Stochastic RSI telah memasuki area overbought. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya pullback atau koreksi jangka pendek pada IHSG.

Wartakini.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi atau penurunan sementara pada awal pekan depan, Senin (21/7/2025). Analis dari Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, meskipun indikator MACD masih menunjukkan tren positif yang menandakan minat beli yang berkelanjutan, namun Stochastic RSI telah memasuki area overbought. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya pullback atau koreksi jangka pendek pada IHSG.

IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Waspadai 5 Saham Ini!

Wartakini.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rawan mengalami koreksi pada perdagangan awal pekan depan. Analis merekomendasikan investor untuk mencermati pergerakan saham-saham tertentu di tengah potensi pullback IHSG di rentang 7.225-7.300.

Wartakini.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi atau penurunan sementara pada awal pekan depan, Senin (21/7/2025). Analis dari Phintraco Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, meskipun indikator MACD masih menunjukkan tren positif yang menandakan minat beli yang berkelanjutan, namun Stochastic RSI telah memasuki area overbought. Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya pullback atau koreksi jangka pendek pada IHSG.
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pada penutupan perdagangan Jumat (18/7), IHSG berhasil menguat ke level 7.311 atau naik 0,34 persen. Sempat menyentuh level 7.400, aksi ambil untung (profit taking) kemudian menahan laju penguatan IHSG. Euforia pasar terhadap sentimen positif dalam sepekan terakhir, serta kenaikan saham-saham konglomerasi yang mulai terbatas, menjadi faktor pendorong kenaikan IHSG.

Dari sisi eksternal, investor juga menaruh perhatian pada rilis data inflasi Jepang yang kembali menunjukkan penurunan ke level 3,3 persen year on year (yoy) pada bulan Juni. Angka ini merupakan yang terendah sejak Desember 2024, terutama didorong oleh penurunan di sektor energi. Investor disarankan untuk tetap waspada dan selektif dalam memilih saham di tengah potensi volatilitas pasar. Analis merekomendasikan untuk mencermati saham-saham defensif dan memiliki fundamental yang kuat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar