Shock! Ini Dia Harga BBM Paling Mahal dalam Sejarah Indonesia!

Related Post

wartakini.id, Jakarta – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam di tengah gejolak energi global yang kian memanas. Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus USD108 per barel. Situasi ini menciptakan tekanan besar bagi pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi, meskipun ancaman kenaikan harga produk non-subsidi tetap membayangi.

bbm zk8K large
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Namun, tahukah Anda, kapan dan berapa harga BBM termahal yang pernah tercatat dalam sejarah Tanah Air? Data menunjukkan, rekor harga BBM tertinggi pernah mencapai angka yang fantastis, jauh di atas harga rata-rata saat ini.

Rekor Harga Tertinggi: Lebih dari Rp21.000 per Liter!

Puncak harga BBM termahal di Indonesia terjadi pada Juli 2022. Kala itu, konsumen dihadapkan pada harga yang membuat melongo, terutama untuk produk non-subsidi di SPBU Shell. V-Power Diesel dibanderol Rp21.870 per liter, sementara Shell V-Power Nitro+ (RON 98) mencapai Rp21.280 per liter. Kenaikan drastis ini dipicu oleh melonjaknya permintaan pasar global yang tidak diimbangi pasokan memadai, imbas dari pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan ketegangan geopolitik yang membatasi produksi minyak.

Perjalanan Harga BBM dari Masa ke Masa

Fluktuasi harga BBM bukanlah fenomena baru. Sejak era Orde Baru hingga reformasi, harga bahan bakar selalu menjadi isu sensitif yang mencerminkan kondisi ekonomi dan politik negara. Mari kita telusuri perjalanan harga BBM di Indonesia dari masa ke masa:

Era Presiden Soeharto:

  • 1991: Harga BBM melonjak signifikan dari Rp150 menjadi Rp550 per liter.
  • 1993: Kembali naik menjadi Rp700 per liter.
  • 1998: Di tengah krisis ekonomi dan gejolak politik yang berujung pada lengsernya Soeharto, harga BBM melambung menjadi Rp1.200 per liter.

Era Presiden B.J. Habibie:

  • Presiden Habibie mengambil kebijakan populis dengan menurunkan harga BBM dari Rp1.200 menjadi Rp1.000 per liter.

Era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur):

  • Harga BBM sempat turun drastis menjadi Rp600 per liter.
  • Oktober 2000: Harga kembali merangkak naik menjadi Rp1.150 per liter, kemudian tak lama setelah itu menjadi Rp1.450 per liter.

Era Presiden Megawati Soekarnoputri:

  • Melanjutkan tren kenaikan, dari Rp1.450 naik menjadi Rp1.550 per liter.
  • 2003: Harga mencapai Rp1.800 per liter.

Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY):
Masa kepemimpinan SBY ditandai dengan beberapa kali penyesuaian harga yang signifikan:

  • Awal masa jabatan: Rp1.820 per liter.
  • 1 Maret 2005: Naik menjadi Rp2.400 per liter.
  • Tujuh bulan kemudian: Melonjak drastis menjadi Rp4.500 per liter.
  • 2008: Harga sempat mencapai Rp8.000 per liter sebelum diturunkan kembali menjadi Rp5.000 per liter.
  • 2009: Harga stabil di Rp4.500 per liter.
  • 2013: Kembali naik menjadi Rp6.500 per liter.

Era Presiden Joko Widodo:
Di era Presiden Jokowi, kebijakan harga BBM lebih fluktuatif, dengan kecenderungan penurunan di awal masa jabatan:

  • 2015: Premium turun dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter, dan Solar menjadi Rp7.250 per liter.
  • 2016: Penurunan berlanjut menjadi Rp6.950 per liter.
  • 2017: Turun lagi menjadi Rp6.550 per liter, yang kemudian stagnan hingga 2018.

Perjalanan harga BBM ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika energi global dan domestik dalam memengaruhi kantong masyarakat. Meskipun pemerintah berupaya keras menahan kenaikan harga BBM bersubsidi, sejarah mencatat bahwa fluktuasi harga adalah keniscayaan yang harus terus diantisipasi.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar