Efek Ukraina: AS Pensiunkan Artileri Andalan 60 Tahun!

Efek Ukraina: AS Pensiunkan Artileri Andalan 60 Tahun!

wartakini.id – Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) mengambil langkah drastis dengan menghentikan pembelian howitzer swa-gerak M109A7 Paladin Integrated Management (PIM) tambahan mulai tahun depan. Keputusan mengejutkan ini dipicu oleh performa buruk sistem artileri yang telah menjadi tulang punggung kekuatan militer terkemuka dunia selama enam dekade tersebut dalam konflik di Ukraina.

Menteri Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, mengungkapkan kekhawatirannya kepada anggota parlemen AS. Menurut Driscoll, perang di Ukraina telah menunjukkan bahwa sistem artileri konvensional seperti Paladin sangat rentan terhadap ancaman modern, khususnya drone. "Kami sedang mengerjakan sistem artileri taktis bergerak yang dapat dikerahkan dalam 40 detik, bukan 15 menit seperti PIM, yang sangat penting mengingat ancaman dari drone," jelas Driscoll di hadapan Subkomite Alokasi Anggaran DPR.

Efek Ukraina: AS Pensiunkan Artileri Andalan 60 Tahun!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Driscoll menekankan bahwa kemampuan untuk bergerak cepat dan bersiap menembak adalah kunci bertahan hidup di medan perang saat ini. "Jika Anda melihat perang di Ukraina dari kedua sisi, bergerak dan bersiap untuk menembak adalah hal yang sangat sulit… Paladin sama sekali tidak mampu mengimbangi kecepatan tersebut," tambahnya. Kondisi ini berpotensi "menghancurkan sepenuhnya" sistem artileri swa-gerak inti jika terus diandalkan tanpa modifikasi signifikan.

Sebagai konsekuensi, Angkatan Darat AS tidak akan lagi membeli howitzer swa-gerak M109A7 Paladin Integrated Management (PIM) tambahan pada tahun depan. Pencarian alternatif yang lebih lincah dan responsif kini menjadi prioritas utama. Meskipun Paladin yang sudah ada akan tetap dioperasikan untuk beberapa waktu, sebagai bentuk pengelolaan aset yang dipercayakan oleh para pembayar pajak Amerika, melanjutkan investasi pada sistem yang dianggap usang di medan perang modern adalah pertimbangan yang berbeda. Pergeseran kebijakan ini menggarisbawahi bagaimana konflik di Ukraina telah menjadi katalisator bagi evolusi doktrin militer global, memaksa negara-negara adidaya untuk mengevaluasi kembali aset-aset pertahanan mereka di era peperangan modern yang serba cepat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar