wartakini.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG diprediksi akan melanjutkan tren positifnya pada perdagangan Senin 6 Juli 2026. Setelah mencatat lonjakan impresif 228 persen ke level 5875 pada penutupan Jumat lalu momentum penguatan diperkirakan masih berlanjut meski dengan ruang gerak yang lebih terbatas.
Baca Juga
Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor Hendra Wardana mengungkapkan optimisme ini didorong oleh kombinasi sentimen positif baik dari ranah global maupun domestik. Untuk perdagangan awal pekan IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 5840 hingga 5950. Level psikologis 5900 menjadi target krusial yang akan diuji. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 5830-5850 peluang untuk terus menguat tetap terbuka lebar.

Faktor eksternal menjadi pendorong utama. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi memicu harapan bahwa bank sentral AS tidak akan lagi agresif dalam menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini mendorong investor kembali melirik aset-aset berisiko termasuk pasar saham di negara berkembang. Optimisme global diperkuat oleh data PMI di sejumlah negara Asia yang masih berada di zona ekspansi menandakan aktivitas ekonomi kawasan tetap solid. Bursa-bursa Asia pun kompak menguat sementara nilai tukar rupiah turut terapresiasi hingga kisaran 17962 per dolar AS menambah sentimen positif bagi pasar domestik. Ekspektasi suku bunga global yang lebih akomodatif serta stabilnya harga minyak dunia juga turut menopang prospek penguatan.
Dari sisi domestik penguatan hampir merata di seluruh sektor dengan sektor perindustrian tampil sebagai motor utama. Aksi bargain hunting atau perburuan saham-saham yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam juga turut menyumbang energi positif bagi pergerakan indeks.





































