wartakini.id – Siapa sangka perbandingan upah minimum regional UMR antara Indonesia dan Vietnam di tahun 2026 menyimpan fakta mengejutkan. Data terbaru menunjukkan adanya perbedaan mencolok bukan hanya pada nominal gaji tetapi juga pada struktur penetapan serta tingkat kesenjangan upah antar wilayah. Sebuah gambaran menarik tentang dinamika ekonomi kedua negara.
Baca Juga
Di Tanah Air pemerintah Indonesia menetapkan Upah Minimum Provinsi UMP dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan. Formula perhitungan melibatkan inflasi pertumbuhan ekonomi dan indeks tertentu yang dikenal sebagai Alfa dengan rentang 05 hingga 09. Hasilnya kesenjangan upah minimum provinsi UMP di berbagai wilayah begitu kentara.

Ibu Kota Jakarta memimpin daftar dengan nominal fantastis Rp572 juta per bulan menjadikannya UMP tertinggi secara nasional. Namun kontrasnya Jawa Barat mencatat salah satu UMP terendah sekitar Rp231 juta per bulan. Dinamika kenaikan upah juga bervariasi signifikan. Sulawesi Tengah mencetak rekor kenaikan tertinggi 908 persen sementara Papua Tengah justru stagnan tanpa perubahan. Di level kota Bekasi di Jawa Barat membuktikan dominasinya dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota UMK mencapai Rp5994443 per bulan.
Bagaimana dengan tetangga kita Vietnam Pemerintah Vietnam mengambil langkah serupa dengan menaikkan upah minimum regionalnya. Kenaikan berkisar antara VND 250000 hingga VND 350000 per bulan setara US$95 sampai US$133 mulai awal tahun 2026. Secara rata-rata ini berarti lonjakan 72 persen dari ketentuan sebelumnya menunjukkan komitmen pemerintah Vietnam untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.





































