Prabowo Bongkar Rahasia Putus Jerat Rentenir

Author Image

Masih Lionel

19 Juli 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Presiden Prabowo Subianto meluncurkan visi ambisius di balik pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Program ini bukan sekadar lembaga ekonomi biasa, melainkan instrumen strategis untuk membebaskan masyarakat desa dari belenggu rentenir dan membuka akses pembiayaan yang lebih manusiawi. Sebanyak 81 ribu Kopdes ditargetkan hadir di seluruh pelosok negeri, sejalan dengan jumlah desa dan kelurahan.

Gagasan besar ini, diungkapkan Prabowo, telah bersemayam di benaknya puluhan tahun silam. Saat masih bertugas di berbagai daerah terpencil, ia menyaksikan langsung betapa sulitnya kehidupan masyarakat desa yang terperangkap dalam keterbatasan ekonomi. "Konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya, sudah lama puluhan tahun. Waktu di tentara, kita bertugas di desa-desa, gunung-gunung, saya lihat rakyat kelaparan dan saya tidak bisa berbuat banyak," kenang Prabowo, menggambarkan awal mula keprihatinannya.

Prabowo Bongkar Rahasia Putus Jerat Rentenir
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Salah satu pilar utama Kopdes Merah Putih adalah memutus mata rantai ketergantungan pada rentenir. Prabowo menyoroti realitas pahit yang dihadapi para petani, yang seringkali terpaksa meminjam uang dengan bunga mencekik untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam hingga panen. "Pertanian itu panennya 100 hari. Selama 100 hari, saya dapat laporan ada anak yang sakit, ada anak yang sekolah, mereka butuh uang dan pinjam. Bunganya luar biasa gila. Mereka pinjam dari lintah darat, kadang bunganya 1% sehari," ujarnya, menggambarkan betapa kejamnya praktik lintah darat.

Melalui Kopdes, pemerintah bertekad menyediakan jalur pembiayaan yang mudah diakses dan berbiaya rendah. Ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengurangi beban masyarakat dari pinjaman informal berbunga tinggi, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa. Visi besar Prabowo tidak hanya sebatas itu, melainkan juga berpotensi membuka jalan bagi pengelolaan modal besar hingga sumber daya alam, seperti tambang, demi kesejahteraan desa. Ini menandai era baru pemberdayaan ekonomi rakyat yang lebih merata dan berkeadilan.

Related Post