wartakini.id – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP siap meluncurkan terobosan revolusioner demi mewujudkan impian jutaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR memiliki hunian layak. Sebuah skema cerdas yang disebut daur ulang Kredit Pemilikan Rumah KPR subsidi kini tengah dimatangkan. Strategi ini diharapkan mampu menyulap puluhan ribu rumah sitaan bank menjadi hunian baru bagi MBR.

Author Image

Masih Lionel

22 September 2026, 04:23 WIB

Langkah ini diambil menyusul lambatnya pencapaian target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi tahun ini. Data menunjukkan realisasi pembiayaan perumahan yang dikelola Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat BP Tapera baru menyentuh angka 154.000 unit atau sekitar 44 persen dari kuota yang ditetapkan. Kondisi ini mendesak pemerintah mencari alternatif pasokan di luar pembangunan fisik baru.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa inovasi ini bertujuan mengoptimalkan aset hunian terbengkalai yang tersebar di berbagai daerah. "Kami akan segera menerbitkan rancangan peraturan menteri mengenai daur ulang untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi. Rumah-rumah yang tidak berpenghuni akibat beragam kendala termasuk faktor alam atau keadaan di luar kekuasaan akan dapat dimanfaatkan kembali dengan potensi mencapai lebih dari 80.000 unit" ujar Maruarar dalam rapat evaluasi di kantor BP Tapera Jakarta.

wartakini.id - Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman PKP siap meluncurkan terobosan revolusioner demi mewujudkan impian jutaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR memiliki hunian layak. Sebuah skema cerdas yang disebut daur ulang Kredit Pemilikan Rumah KPR subsidi kini tengah dimatangkan. Strategi ini diharapkan mampu menyulap puluhan ribu rumah sitaan bank menjadi hunian baru bagi MBR.
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara teknis pasokan rumah daur ulang ini mayoritas berasal dari aset perbankan penyalur yang disita akibat kredit gagal bayar atau non-performing loan NPL. Nantinya pihak bank akan mengajukan permohonan resmi agar aset tersebut dapat diintegrasikan kembali ke dalam skema pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan FLPP bagi debitur MBR baru.

Meskipun unit fisik telah tersedia di lapangan pemanfaatan kembali aset sitaan selama ini terganjal persoalan teknis pada sistem administrasi digital yang membekukan data bangunan bermasalah. Maruarar menjelaskan kementeriannya sedang memodifikasi sistem registrasi agar tanda pengenal aset sitaan tersebut bisa diaktifkan kembali tanpa merusak riwayat pencatatan. Ini membuka jalan bagi MBR untuk segera memiliki rumah impian.

Related Post