KPK Usut Tanah Bogor Menteri ATR BPN Buka Suara

Author Image

Masih Lionel

21 September 2026, 22:23 WIB

wartakini.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengguncang publik dengan penetapan delapan individu sebagai tersangka dalam skandal dugaan suap dan gratifikasi terkait penerbitan sertifikasi Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kasus ini sontak menarik perhatian terutama setelah Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Nusron Wahid angkat bicara mengenai perkembangan tersebut.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa pusaran perkara ini bermula dari upaya pengajuan perpanjangan atau pemecahan HGB menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan yang dikelola oleh pengembang besar Summarecon di Kabupaten Bogor. Ironisnya sebagian dari lahan tersebut masih berada dalam sengketa sengit dengan sejumlah ahli waris yang mengklaim kepemilikan SHM atas tanah yang sama. Konflik ini kemudian memuncak ketika para ahli waris melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Gugatan tersebut menargetkan penerbitan sembilan SHGB Summarecon yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Wilayah ATR BPN Jawa Barat dan Kepala Kantor Pertanahan Bogor.

KPK Usut Tanah Bogor Menteri ATR BPN Buka Suara
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi situasi yang tengah bergulir Nusron Wahid memastikan bahwa pihaknya menghormati penuh setiap langkah hukum yang diambil oleh KPK. Ia menegaskan komitmen kementeriannya untuk bersikap kooperatif dan siap mendukung kelancaran proses penyelidikan. "Kami menjunjung tinggi apa yang sedang diproses oleh aparat penegak hukum dalam hal ini KPK. Kami juga akan senantiasa mengikuti serta membantu setiap tahapan yang ada" ujar Nusron menggarisbawahi sikap terbuka lembaganya.

Di tengah sorotan publik terhadap kasus ini data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025 menunjukkan bahwa Nusron Wahid tercatat memiliki total kekayaan mencapai angka fantastis Rp2276 miliar. Angka ini tentu menjadi bagian dari informasi yang menarik perhatian saat seorang pejabat publik berada dalam pusaran isu yang melibatkan lembaga antirasuah.

Related Post