Rupiah Anjlok Parah Ini Biang Keroknya

Author Image

Masih Lionel

22 September 2026, 16:23 WIB

wartakini.id – Mata uang Garuda kembali terkapar tidak berdaya pada penutupan perdagangan Selasa 22 September 2026 Kurs rupiah merosot tajam 37 poin hingga menyentuh level Rp17.884 per dolar Amerika Serikat Sebuah angka yang memicu kekhawatiran di pasar keuangan domestik

Keterpurukan rupiah ini bukan tanpa sebab Sebuah badai sempurna dari sentimen eksternal dan gejolak internal bersatu padu menekan laju mata uang lokal Spekulasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Fed menjadi momok utama yang membuat investor memburu aset berdenominasi greenback

Rupiah Anjlok Parah Ini Biang Keroknya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Analis pasar Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelaku pasar kini sangat mengantisipasi kenaikan bunga lanjutan dari The Fed Bahkan kemungkinan besar kenaikan lagi akan terjadi pada bulan Oktober Prospek kebijakan moneter yang semakin ketat ini memberikan dorongan kuat bagi dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury tetap tinggi

Proyeksi terkini mengindikasikan setidaknya ada satu kali lagi kenaikan suku bunga oleh The Fed tahun ini Padahal kalender ekonomi AS pekan ini terbilang sepi Hanya ada rilis data awal Purchasing Managers Index PMI dari S&P Global survei Sentimen Konsumen University of Michigan UoM September serta serangkaian pidato pejabat The Fed yang dinanti untuk membaca arah kebijakan

Di sisi lain dinamika geopolitik global turut memperkeruh suasana Rencana dialog tingkat tinggi antara dua raksasa ekonomi dunia yakni Amerika Serikat dan Tiongkok dijadwalkan pekan ini Pertemuan ini menjadi sorotan tajam mengingat relasi perdagangan keduanya berdampak langsung pada rantai pasok global dan harga komoditas energi

Ibrahim Assuaibi menambahkan investor mencermati pertemuan antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di akhir pekan Agenda mereka mencakup isu perdagangan dan geopolitik Mengingat Tiongkok adalah importir minyak terbesar dunia prospek ekonomi dan hubungan perdagangannya sangat krusial bagi permintaan minyak mentah dunia

Tak hanya itu faktor internal juga turut andil dalam pelemahan rupiah Perombakan posisi Menteri Keuangan dan wacana pelebaran defisit anggaran pemerintah menjadi perhatian serius yang menambah beban bagi mata uang domestik

Related Post