wartakini.id – Pasar modal Indonesia pagi ini menunjukkan pergerakan yang kontras. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil bangkit dari tekanan sebelumnya dan memulai perdagangan dengan optimisme. Namun di sisi lain nilai tukar rupiah justru kembali tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat.
Baca Juga
Pada pembukaan perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan tercatat melonjak 7,61 poin atau setara 0,12 persen. Kenaikan ini membawa IHSG bertengger di level 6392,34. Meski demikian tidak semua saham unggulan bernasib sama. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham pilihan justru sedikit tergelincir 0,22 poin atau 0,03 persen ke posisi 634,07.

Sementara itu mata uang Garuda harus rela kehilangan kekuatannya. Rupiah pagi ini melemah 32 poin atau 0,18 persen. Nilainya kini berada di angka 17879 per dolar AS setelah pada penutupan sebelumnya berada di level 17847 per dolar AS.
Bank Indonesia BI tak henti-hentinya berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan dinamika pergerakan rupiah saat ini masih dipengaruhi oleh faktor eksternal serta kebutuhan valuta asing di dalam negeri.
BI berkomitmen akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan optimal dan stabilitas rupiah tetap terjaga. Langkah-langkah strategis seperti pengelolaan struktur suku bunga pro-pasar penguatan strategi operasi moneter serta peningkatan efektivitas stabilisasi nilai tukar melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai akan terus diperkuat. Pemberian insentif juga menjadi bagian dari upaya ini.





































