wartakini.id – Gelombang panas El Nino membawa dampak kekeringan ekstrem yang menguji ketahanan sektor pertanian di berbagai daerah. Namun di tengah ancaman paceklik para petani menemukan strategi jitu agar lahan tetap produktif salah satunya dengan menanam tembakau. Komoditas ini terbukti menjadi penyelamat di musim kemarau panjang.
Baca Juga
Katino seorang petani tembakau berpengalaman membagikan kisahnya. Menurutnya tembakau menjadi komoditas primadona di musim kemarau lantaran kebutuhan airnya jauh lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan lain. Kondisi ini sangat menguntungkan di tengah terbatasnya pasokan air.

Sebelumnya ia dan rekan-rekan petani kerap pasrah melihat lahan mereka terbengkalai tak tergarap saat kemarau tiba. Mereka terpaksa menunggu datangnya musim hujan untuk kembali bercocok tanam. Namun kini pandangan itu berubah drastis.
"Tembakau ini bisa jadi solusi efektif saat pasokan air terbatas" ujar Katino baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa pilihan ini membuka peluang baru bagi petani untuk tetap berpenghasilan meski di musim kemarau yang berkepanjangan.
Katino sendiri mulai serius menekuni budidaya tembakau sejak tahun 2019. Perjalanan Katino tidak instan. Sebelumnya ia berprofesi sebagai sopir truk dan banyak belajar otodidak serta bertukar ilmu dengan petani senior di sekitarnya hingga kini sukses menjadi petani tembakau andal.





































