wartakini.id – Arus penyeberangan vital Ketapang Gilimanuk kini berangsur pulih dan kembali normal setelah sempat terganggu aksi protes sopir angkutan barang akhir pekan lalu. PT ASDP Indonesia Ferry Persero bergerak cepat menormalkan kembali operasional layanan demi kelancaran distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Fokus utama kini adalah mengurai antrean panjang yang sempat terjadi dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran.
Baca Juga
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan seluruh elemen terkait bahu membahu mempercepat pemulihan. "Setelah tercapai kesepakatan bersama prioritas kami adalah menormalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap" ujar Heru. Ia menambahkan kapasitas kapal yang tersedia terus dioptimalkan termasuk mempercepat siklus pelayanan serta pengaturan muatan sesuai karakteristik masing-masing kapal.

Insiden penyampaian aspirasi yang dimulai sekitar pukul 14.15 WIB pada Sabtu tersebut akhirnya mereda sekitar pukul 20.00 WIB. Mediasi intensif melibatkan ASDP bersama KSOP Tanjung Wangi BPTD KP3 GAPASDAP INFA asosiasi pengguna jasa penyeberangan dan berbagai pemangku kepentingan lain berhasil menemukan titik temu. Kesepakatan ini menjadi kunci percepatan pemulihan dan menjaga kelancaran layanan penyeberangan.
Salah satu strategi jitu yang diterapkan adalah distribusi kendaraan yang lebih cerdas. Kendaraan dengan muatan lebih dari 30 ton kini diarahkan khusus melalui kapal kapal LCM dengan optimalisasi kapasitas muatan. Sementara itu kendaraan bermuatan di bawah 30 ton akan dilayani oleh kapal kapal MB 1 2 3 dan 4. Pengaturan ini memastikan seluruh armada dan fasilitas dapat dimanfaatkan maksimal mencegah penumpukan pada jenis kapal tertentu dan membuat distribusi kendaraan lebih efektif.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menambahkan pihaknya bersama seluruh stakeholder terus menggenjot siklus pelayanan kapal. Proses sandar pemuatan hingga keberangkatan dipercepat namun tanpa mengabaikan kondisi operasional dan standar keselamatan yang ketat. Upaya ini diharapkan segera menghapus sisa sisa antrean dan mengembalikan layanan penyeberangan ke kondisi prima.





































