Oleh Taufik Fajar, Jurnalis – Senin, 22 Desember 2025 | 21:17 WIB

Related Post
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam pertemuan di Jakarta. (Foto: Okezone)

wartakini.id, JAKARTA – Sebuah angin segar berhembus bagi sektor pertanian Aceh pascabencana. Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman dinas Mentan di Jakarta pada Senin (22/12/2025). Diskusi kunci dalam pertemuan tersebut berpusat pada komitmen penguatan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Serambi Mekkah.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran Sulaiman secara langsung menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Gubernur Aceh. Ia menegaskan kembali komitmen kuat Kementerian Pertanian (Kementan) untuk berdiri di garis depan pemulihan sektor pertanian di provinsi paling barat Indonesia itu.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur. Insya Allah, seluruh sektor pertanian di Aceh, mulai dari lahan persawahan yang terdampak kerusakan hingga komoditas unggulan seperti kopi, akan segera kita benahi. Tim kami akan mulai turun langsung ke lapangan pada Januari mendatang," tegas Mentan Amran, memberikan jaminan.
Mentan Amran turut membeberkan realisasi sejumlah bantuan vital. Permintaan beras sebanyak 10.000 ton dari Pemerintah Aceh telah dipenuhi sepenuhnya. Tak hanya itu, bantuan senilai Rp75 miliar yang dialokasikan untuk tiga provinsi terdampak bencana, dengan porsi signifikan dua pertiga atau sekitar Rp50 miliar khusus untuk Aceh, juga telah disalurkan dan mulai memberikan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menambah daftar kabar baik, Mentan Amran berjanji akan segera menyambangi Aceh. "Insya Allah, saya sendiri akan berkunjung ke Aceh untuk meninjau langsung progres program cetak sawah, berkolaborasi dengan Bapak Gubernur," imbuhnya. Ia merinci, total luas lahan persawahan di Aceh yang mengalami kerusakan dan akan direhabilitasi mencapai angka fantastis, sekitar 89.000 hektare. Untuk memastikan kelancaran program ini, tim teknis dari Kementan dijadwalkan akan mulai bergerak ke lapangan pada awal Januari, dengan fase persiapan intensif yang sudah dimulai dalam dua pekan terakhir.










Tinggalkan komentar