wartakini.id – Kepala Badan Pangan Nasional Bapanas Andi Amran Sulaiman baru saja mengukuhkan tiga pejabat tinggi baru pada Senin lalu sebuah langkah strategis untuk memperkuat garda terdepan ketahanan pangan nasional. Pelantikan ini bukan sekadar rotasi biasa melainkan penugasan khusus yang krusial: menstabilkan harga pangan dan menumpas praktik curang beras fortifikasi yang kini menjadi sorotan tajam.
Baca Juga
Tiga sosok yang kini memegang amanah penting tersebut adalah Mayjen TNI Purn Ito Hediarto sebagai Sekretaris Utama Brigjen Pol Hermawan sebagai Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan serta Aulia Sofyan sebagai Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi. Kepada mereka Amran menegaskan misi yang terdengar sederhana namun berbobot luar biasa. "Kami beri tugas sederhana tapi berat Stabilkan harga Kemudian pelanggaran fortifikasi beras premium itu dituntaskan Ini tidak boleh Kita harus jaga pangan kita dan jangan dipermainkan oknum-oknum tertentu" tegas Amran dengan nada serius.

Pernyataan Amran ini bukan tanpa dasar sebelumnya ia telah menggemparkan publik dengan temuan mengejutkan. Sebanyak 93 persen sampel beras fortifikasi yang diuji di laboratorium terbukti tidak memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku. Investigasi mendalam ini melibatkan pengawasan terhadap 178 sampel beras fortifikasi yang tersebar di 11 provinsi.
Hasil pengujian menunjukkan sebagian besar produk yang mengklaim sebagai beras bervitamin dan mineral ternyata fiktif. "Masalahnya adalah sementara kita selidiki tapi sesuai hasil lab 93 persen yang kita cek fortifikasi melanggar Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi ini beras bervitamin ternyata tidak ada" ungkap Amran. Ini menjadi persoalan serius mengingat beras fortifikasi palsu tersebut dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi dari beras biasa. Konsumen yang berharap mendapatkan nilai gizi tambahan justru dirugikan karena membeli produk yang tidak sesuai janji. Bapanas kini siap memberantas oknum-oknum yang mempermainkan kepercayaan masyarakat demi keuntungan pribadi.





































