wartakini.id – Sebuah peristiwa mengejutkan baru-baru ini mengguncang dunia penerbangan Indonesia Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta terpaksa menutup total operasionalnya untuk pertama kali sepanjang sejarah akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau Keputusan drastis ini menandai momen langka yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di tengah krisis besar.
Baca Juga
Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia Persero Agus Haryadi menegaskan bahwa kejadian ini merupakan anomali luar biasa Menurut pengalamannya yang telah mengabdi di Soekarno-Hatta sejak tahun 1992 atau sekitar 35 tahun belum pernah sekalipun bandara terbesar di Tanah Air ini menghentikan seluruh aktivitasnya secara penuh.

Agus menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama kurang lebih tiga tahun Bandara Soekarno-Hatta tetap beroperasi Statusnya selalu terbuka meskipun ada pembatasan ketat untuk mobilitas penumpang guna menekan penyebaran virus Namun kali ini situasinya sangat berbeda Penutupan yang terjadi benar-benar total dan menyeluruh tidak ada penerbangan yang diizinkan beroperasi sama sekali.
Dampak abu vulkanik dari Anak Krakatau yang menyebar luas memaksa otoritas mengambil langkah ekstrem demi keselamatan penerbangan dan penumpang Fenomena alam ini menciptakan sejarah baru bagi operasional Bandara Soekarno-Hatta yang selama ini dikenal sebagai gerbang utama Indonesia ke dunia.





































