Ekspor Mobil RI Tembus Setengah Juta Ini Rajanya

Author Image

Masih Lionel

14 September 2026, 01:34 WIB

wartakini.id – Angka fantastis ini mungkin jarang menjadi sorotan publik, namun faktanya Indonesia berhasil mengukir sejarah baru dalam industri otomotif. Sepanjang tahun 2025, lebih dari setengah juta unit mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) produksi dalam negeri telah dikirim ke berbagai penjuru dunia. Tepatnya 518.212 unit, sebuah rekor yang belum pernah tercapai sebelumnya, melonjak signifikan 9,7 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 472.194 unit. Namun, di balik capaian gemilang ini, ada satu fakta menarik yang menunjukkan dominasi tak terbantahkan dari satu kekuatan besar.

Siapa saja yang menjadi motor penggerak di balik volume ekspor yang memecahkan rekor ini? Data menunjukkan bahwa pabrikan Jepang masih menjadi tulang punggung utama. Toyota memimpin dengan 175.446 unit, diikuti oleh Daihatsu dengan 124.848 unit, dan Mitsubishi Motors dengan 105.079 unit. Merek-merek lain seperti Hyundai (54.175), Suzuki (30.636), Honda (17.126), dan Isuzu (8.000) juga turut berkontribusi. Jika diakumulasikan, merek-merek Jepang secara kolektif menyumbang 461.569 unit, atau sekitar 89,1 persen dari total ekspor CBU Indonesia. Sementara itu, merek-merek asal Tiongkok seperti Wuling, Chery, dan DFSK, meskipun mulai menjejakkan kaki di pasar domestik, hanya mampu mengekspor total 2.468 unit, atau kurang dari setengah persen dari keseluruhan volume.

Ekspor Mobil RI Tembus Setengah Juta Ini Rajanya
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Perjalanan ekspor otomotif Indonesia menunjukkan grafik pertumbuhan yang impresif dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2016, angkanya masih di kisaran 194.395 unit. Perlahan namun pasti, volume ekspor terus merangkak naik: 231.169 unit di 2017, 264.553 unit di 2018, dan menembus 332.023 unit di 2019. Pandemi COVID-19 sempat memberikan pukulan telak pada tahun 2020 dengan penurunan menjadi 232.175 unit. Namun, industri ini bangkit kembali dengan cepat, mencapai 294.639 unit di 2021, lalu meledak menjadi 473.602 unit di 2022, dan melewati angka setengah juta pada 2023 dengan 505.134 unit. Meski sempat sedikit tergelincir di 2024, capaian tahun 2025 ini menandai peningkatan luar biasa, hampir 2,7 kali lipat dalam sepuluh tahun.

Namun, kisah sukses ekspor otomotif Indonesia tidak hanya berhenti pada kendaraan utuh. Sektor komponen juga menunjukkan performa yang tak kalah cemerlang. Sepanjang tahun 2025, ekspor komponen mencapai 141.912.643 keping. Lagi-lagi, dominasi Jepang sangat kentara di segmen ini. Toyota menjadi eksportir komponen terbesar dengan 127.952.081 keping, menyumbang lebih dari 90 persen dari total. Diikuti oleh Honda (12.891.950 keping), Hino (978.412 keping), Hyundai (68.408 keping), dan Suzuki (21.792 keping). Empat dari lima merek teratas adalah pabrikan Jepang, dengan kontribusi total mencapai 99,95 persen. Menariknya, tidak ada satu pun merek Tiongkok yang tercatat dalam daftar eksportir komponen utama dari Indonesia.

Secara keseluruhan, nilai ekspor komponen yang dicatat oleh Gabungan Industri Alat Berat, Otomotif, dan Komponen Indonesia (GIAMM) melampaui angka 7 miliar dolar AS atau setara Rp124,6 triliun, dengan proyeksi menembus 8 miliar dolar AS atau Rp142,4 triliun. Produk-produk ini menjangkau lebih dari 100 negara tujuan, termasuk pasar-pasar besar seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, hingga negara-negara di kawasan ASEAN, Filipina, Meksiko, Arab Saudi, sampai Peru. Jika digabungkan dengan ekspor kendaraan utuh, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor "kendaraan dan bagiannya" pada tahun 2025 mencapai sekitar 12,18 miliar dolar AS, atau sekitar Rp216,8 triliun. Angka ini merepresentasikan sekitar 4,3 persen dari total ekspor nasional Indonesia yang mencapai 282,91 miliar dolar AS.

Di antara semua pemain, Toyota menunjukkan performa yang sangat dominan. Sepanjang tahun 2025, pabrikan raksasa ini berhasil mengirimkan 298.457 unit mobil dari Indonesia, naik 8 persen dari 276.089 unit pada tahun sebelumnya. Angka ini hampir mencapai 60 persen dari total ekspor CBU nasional. Model-

Related Post