GWM Turun BI Jaga Stabilitas Ekonomi

Author Image

Masih Lionel

23 Oktober 2026, 19:02 WIB

wartakini.id – Langkah berani diambil Bank Indonesia dengan memangkas Giro Wajib Minimum perbankan sebesar 2 persen guna menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Kebijakan ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat mengenai potensi banjir likuiditas di pasar uang. Namun, otoritas moneter menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah langkah sembarangan melainkan hasil perhitungan matematis yang sangat presisi.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar memberikan jaminan bahwa suntikan dana melalui pemangkasan simpanan wajib ini tidak akan membuat uang beredar tak terkendali. Menurutnya, Bank Indonesia telah mengalkulasi dengan matang agar ketersediaan dana di perbankan tetap selaras dengan target inflasi dan laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto atau PDB yang sedang berjalan.

GWM Turun BI Jaga Stabilitas Ekonomi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Strategi ini dilakukan untuk memastikan transmisi suku bunga acuan dapat menyentuh sektor riil secara efektif. BI berupaya menciptakan ekosistem di mana jumlah uang yang beredar di masyarakat berada pada level ideal guna mendukung aktivitas ekonomi tanpa merusak stabilitas harga barang dan jasa.

Fenomena tingginya permintaan kredit serta dinamika penempatan kas negara menjadi alasan utama di balik langkah sinkronisasi ini. Pergerakan uang di pasar ternyata bergerak lebih cepat dari proyeksi awal akibat derasnya arus pembiayaan. Oleh karena itu, penurunan GWM dianggap sebagai solusi paling tepat untuk menyelaraskan kembali ketersediaan likuiditas dengan arah kebijakan suku bunga yang telah ditetapkan.

Related Post