wartakini.id – Bank Indonesia tengah melakukan langkah besar dalam mengatur arus uang di pasar domestik melalui penyesuaian instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya normalisasi moneter guna memastikan ketersediaan dana di sistem keuangan tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga
Langkah strategis ini bertujuan agar kebijakan suku bunga acuan dapat tersampaikan secara efektif ke sektor perbankan hingga mampu mengendalikan laju inflasi. Dengan mengatur volume likuiditas secara cermat, bank sentral berupaya mencegah terjadinya gejolak suku bunga antarbank yang terlalu tajam di pasar uang.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan bahwa kecukupan likuiditas adalah kunci utama. Jika pasokan dana di pasar terlalu minim, maka volatilitas atau ketidakstabilan suku bunga akan meningkat secara signifikan.
Dalam praktiknya BI telah mulai menurunkan jumlah outstanding SRBI secara perlahan. Salah satu caranya adalah dengan mengubah jadwal lelang yang sebelumnya dilakukan setiap minggu menjadi dua minggu sekali. Selain itu, volume penerbitan juga disesuaikan dengan kebutuhan riil likuiditas di pasar.
Perubahan ini juga melibatkan pengalihan dana perbankan yang sebelumnya tertahan pada instrumen jangka panjang menuju instrumen dengan tenor yang lebih pendek. Hal ini dilakukan agar aliran dana segar dapat bergerak lebih dinamis di pasar.
Erwin mengungkapkan bahwa posisi SRBI yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp1.070 triliun kini telah menyusut ke kisaran Rp900 triliun. BI telah melepaskan sekitar Rp150 triliun likuiditas dari tenor panjang seperti 6 hingga 12 bulan untuk dialihkan ke tenor yang lebih singkat.
Meski volume penerbitan dikurangi, BI tetap memastikan instrumen ini tetap menggoda bagi investor asing. Bank sentral terus memperkuat daya tarik SRBI melalui pemberian insentif lindung nilai valas seperti instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward agar aliran modal tetap terjaga.





































