Rupiah Tembus 18 Ribu BI Siapkan Jurus Jitu

Author Image

Masih Lionel

23 Oktober 2026, 13:23 WIB

wartakini.id – Kondisi ekonomi nasional tengah menghadapi tantangan besar setelah nilai tukar rupiah merosot tajam hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS. Menanggapi gejolak pasar yang kian tidak menentu, Bank Indonesia (BI) bergerak cepat dengan meluncurkan strategi khusus untuk mengamankan aliran modal dari luar negeri agar tidak keluar dari pasar domestik.

Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan insentif pada instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Melalui mekanisme ini, BI berupaya menciptakan daya tarik bagi investor asing agar tetap menanamkan modalnya pada aset-aset keuangan di Indonesia. Hal ini dianggap sangat krusial untuk membentengi mata uang Garuda dari tekanan eksternal yang semakin kuat.

Rupiah Tembus 18 Ribu BI Siapkan Jurus Jitu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Firman Mochtar selaku Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI menjelaskan bahwa penguatan instrumen lindung nilai ini bertujuan untuk mengunci aliran dana asing agar tetap bertahan di dalam negeri. Upaya ini menjadi pelengkap dari kebijakan suku bunga acuan BI-Rate yang saat ini masih bertahan di level 5,75 persen.

Selain untuk menjaga stabilitas kurs, kebijakan ini juga menjadi tameng agar pelemahan rupiah tidak memicu lonjakan harga barang impor atau imported inflation. Jika tidak segera ditangani, kenaikan harga barang impor tersebut berisiko menggerus daya beli masyarakat secara luas.

Pihak otoritas moneter menegaskan bahwa strategi insentif likuiditas valas ini merupakan instrumen pendukung untuk menjaga inflasi tetap dalam target, bukan sebagai pengganti kebijakan suku bunga utama. Dengan kombinasi kebijakan ini, BI berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga meski dihantam badai ketidakpastian global.

Related Post