wartakini.id – Dari balik kemudi truk pengangkut barang Crisanto De Sousa Sanches kini melangkah menuju panggung global. Sopir andal dari PT BSA Logistics Indonesia ini baru saja menorehkan sejarah mengalahkan tujuh pengemudi terbaik se-Tanah Air dalam kompetisi ketat. Kemenangan ini bukan sekadar piala melainkan tiket emas untuk mewakili Indonesia di Jepang membawa nama bangsa ke ajang UD Trucks Extra Mile Challenge (EMC) 2026 tingkat dunia.
Baca Juga
Ajang bergengsi yang digagas UD Trucks Indonesia ini memang dirancang untuk mencari talenta pengemudi truk Quester paling mumpuni. Delapan finalis terbaik dari seluruh Indonesia diuji secara komprehensif. Mereka harus membuktikan keahlian mulai dari pemeriksaan kendaraan pra-jalan yang teliti teknik mengemudi aman yang presisi efisiensi bahan bakar yang optimal hingga kepatuhan penuh terhadap standar operasional kendaraan.

Crisanto tampil sebagai yang terbaik di antara para juara nasional. Kini ia bersiap menghadapi tantangan lebih besar melawan para jawara dari berbagai negara di kompetisi global UD Trucks Extra Mile Challenge. Keberangkatannya ke Jepang bukan hanya tentang keahlian individu namun juga tentang mengangkat martabat profesi pengemudi truk Indonesia di mata dunia.
Selain Crisanto tiga pengemudi lain juga menerima penghargaan khusus atas keunggulan mereka. Darto dari PT Alam Widjaja Trans dianugerahi gelar Pengemudi dengan Keterampilan Terbaik. Sementara itu Umar Yahya dari PT Surya Mitra Tirta Kencana diakui sebagai Pengemudi Paling Hemat Bahan Bakar. Dan Ferandi Gurun Zevia dari PT Cakraindo Mitra Internasional meraih penghargaan untuk Inspeksi Harian Terbaik.
Handi Lim Vice President Director UD Trucks Indonesia menegaskan pentingnya peran pengemudi. Menurutnya para pengemudi adalah tulang punggung operasional logistik di Indonesia. Keahlian mereka sangat menentukan keamanan efisiensi dan produktivitas seluruh rantai pasok. Senada dengan itu Bambang Widjanarko Chief Executive Astra UD Trucks menambahkan bahwa nilai jangka panjang bagi pelanggan tidak hanya berasal dari kualitas kendaraan yang tangguh. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia khususnya para pengemudi adalah kunci utama untuk mencapai keunggulan berkelanjutan.





































