wartakini.id – Kolaborasi ambisius antara raksasa otomotif Honda dan perusahaan teknologi Sony dalam proyek kendaraan listrik Afeela menemui jalan buntu. Dua model yang sangat dinantikan, yakni sedan listrik dan SUV listrik, kini dipastikan tidak akan melaju ke tahap produksi massal. Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul adanya reevaluasi mendalam terhadap strategi elektrifikasi Honda yang diumumkan pada 12 Maret 2026.

Related Post
Sebelumnya, Afeela digadang-gadang sebagai simbol perpaduan inovasi otomotif dan kecanggihan digital, menjanjikan era baru dalam industri mobilitas. Proyek ini menarik perhatian global, menumbuhkan ekspektasi tinggi akan terobosan yang akan dihasilkan dari sinergi dua kekuatan besar Jepang tersebut.

Namun, pergeseran strategi ini secara langsung berdampak pada operasional Sony Honda Mobility (SHM), perusahaan patungan yang dibentuk untuk mewujudkan Afeela. Beberapa teknologi dan aset krusial yang seharusnya dipasok oleh Honda kini tidak lagi sejalan dengan rencana perusahaan yang baru. Akibatnya, pengembangan model pertama Afeela 1 dan model kedua dengan merek yang sama terpaksa dihentikan.
Padahal, model Afeela 1 sudah sangat dinanti, dengan jadwal pengiriman kepada pelanggan yang diharapkan paling cepat akhir tahun ini. Bahkan, varian peluncuran yang disebut Signature direncanakan akan dibanderol sekitar USD 102.900, diikuti oleh varian Origin yang lebih terjangkau pada tahun 2027. Pembatalan ini menandai perubahan arah yang signifikan bagi kedua perusahaan dalam peta jalan elektrifikasi mereka. Langkah ini memunculkan pertanyaan tentang masa depan kolaborasi Honda dan Sony di segmen kendaraan listrik, serta bagaimana strategi adaptasi mereka akan membentuk lanskap industri otomotif global ke depannya.









Tinggalkan komentar