wartakini.id – Mantan bos Nissan-Renault, Carlos Ghosn, kembali menyoroti kondisi memprihatinkan Nissan dalam wawancara terbaru dengan BFM TV, Prancis. Pria berusia 71 tahun yang kini tinggal di Lebanon itu mengatakan Nissan berada dalam "kondisi putus asa" dan mengungkap penyebab utama gagalnya negosiasi merger dengan Honda.

Related Post
Ghosn, yang melarikan diri dari tahanan rumah di Jepang pada akhir 2019, menilai kemunduran Nissan telah lama ia prediksi, termasuk melemahnya aliansi strategis dengan Renault. Meskipun aliansi masih berlangsung, hubungan kedua perusahaan semakin tegang, ditandai dengan pengurangan kepemilikan saham silang dan pengambilalihan saham Nissan di India oleh Renault.

Namun, Ghosn tak menuding individu tertentu sebagai penyebab krisis Nissan. Ia menunjuk pada "keputusan yang terlalu lambat" dari manajemen Nissan sebagai biang keladi. "Sebagian besar masalah berasal dari kepemimpinan Nissan," tegasnya. Kondisi tersebut, menurut Ghosn, yang memaksa Nissan mencari "penyelamat" dari kompetitornya, Honda.
Upaya pendekatan merger dengan Honda, yang sempat dibicarakan, dianggap Ghosn sebagai langkah panik. "Aliansi seperti itu tidak masuk akal," tegasnya. Lebih jauh, dalam wawancara sebelumnya dengan Automotive News, Ghosn bahkan mengklaim Honda berencana mengakuisisi Nissan secara diam-diam, bukan kemitraan yang setara. Pengungkapan ini mengungkap dinamika persaingan dan negosiasi yang rumit di balik gagalnya merger dua raksasa otomotif Jepang tersebut.










Tinggalkan komentar