wartakini.id – Kehadiran kendaraan militer Iran di Rusia bukan hanya sekadar kabar biasa. Ternyata, teknologi canggih dari Tesla diduga menjadi kunci di balik pengembangan kendaraan peluncur rudal canggih milik Iran. Hal ini memicu kemarahan Amerika Serikat.
Baca Juga
Bukan hanya drone, Iran kini juga menunjukkan kemampuannya dalam pengembangan kendaraan darat tanpa awak (UGV). Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Twin, sebuah kendaraan otonom yang diklaim dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi Tesla. Informasi ini diungkap oleh Yerusalem Post, yang menyebutkan Iran telah mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem Twin.

Twin, dengan konfigurasi penggerak 6×6, awalnya dirancang sebagai alat pengintaian. Namun, pengembangannya berlanjut hingga menjadi kendaraan tempur tanpa awak (Combat UGV). Kendaraan ini dapat dipersenjatai dengan berbagai macam senjata, mulai dari senapan mesin hingga peluncur rudal anti-tank, memungkinkan operasi tempur secara mandiri.
Sistem perangnya pun terintegrasi dengan teknologi canggih lainnya, seperti kendaraan bawah tanah THeMIS dan Stasiun Senjata Jarak Jauh Adder DM. Kombinasi ini, menurut klaim Iran, akan memperkuat pasukan mereka, terutama dalam operasi di medan perkotaan dan pedesaan. Detail teknis mengenai spesifikasi Twin masih terbatas, namun kemunculannya telah memicu kekhawatiran dan kemarahan AS terkait potensi penyebaran teknologi canggih secara tidak bertanggung jawab.





































