wartakini.id – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani baru-baru ini membeberkan detail penting dari pertemuan puncak antara Presiden Prabowo Subianto dengan para petinggi bank-bank BUMN. Diskusi strategis yang berlangsung di Istana Kepresidenan itu melibatkan jajaran direksi dan komisaris dari lima raksasa perbankan negara: Bank Mandiri BNI BRI BSI dan BTN.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo dengan tegas menggarisbawahi peran krusial perbankan milik negara. Menurut Rosan Prabowo menekankan bahwa Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara bukan sekadar entitas bisnis biasa melainkan pilar utama yang menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih jauh Himbara memiliki tanggung jawab besar dalam memperluas jangkauan akses pembiayaan khususnya bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.

Rosan yang juga menjabat CEO Danantara menambahkan bahwa Presiden menyoroti kekuatan finansial dan daya ungkit Himbara yang luar biasa. Ia menjelaskan nilai kapitalisasi pasar kelima bank tersebut secara kolektif mencapai angka fantastis sekitar Rp1.100 triliun. Angka ini setara dengan sepuluh persen dari total valuasi seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia menunjukkan betapa sentralnya posisi Himbara dalam lanskap ekonomi tanah air.
Namun ada satu arahan Presiden yang paling menarik perhatian. Prabowo secara khusus meminta agar UMKM mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik. Rosan mengungkapkan Presiden menginginkan agar suku bunga pinjaman bagi UMKM bisa disetarakan atau bahkan lebih rendah dibandingkan dengan yang diberikan kepada korporasi-korporasi raksasa. "Ini benar-benar harus dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM" tegas Rosan mengutip harapan Presiden. Harapan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memberdayakan sektor UMKM dan menciptakan keadilan dalam akses permodalan.





































