Rupiah Anjlok! Bukan Dolar Kuat, Ini Biang Kerok Sebenarnya!

Author Image

Masih Lionel

3 Juni 2026, 10:02 WIB

Wartakini.id – Nilai tukar Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda kini menembus level psikologis Rp17.900 per dolar AS, memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku pasar dan masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg pada Rabu (3/6/2026), Rupiah tercatat merosot 70 poin, diperdagangkan pada posisi Rp17.909 per dolar AS. Penurunan ini menandai tren pelemahan yang terus berlanjut, menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab utamanya.

Rupiah Anjlok! Bukan Dolar Kuat, Ini Biang Kerok Sebenarnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menanggapi gejolak ini, Gema Goeyardi, pendiri sekaligus CEO Astronacci International, sebelumnya telah menyampaikan analisisnya. Menurut Gema, depresiasi Rupiah saat ini bukan semata-mata dipicu oleh penguatan dolar AS global, melainkan lebih dominan karena faktor internal dan sentimen negatif dari pasar domestik.

Gema menjelaskan, indikator indeks dolar AS (DXY) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil, hanya berkisar antara 92 hingga 97. Fakta menariknya, mata uang utama dunia seperti Euro dan Franc Swiss justru terpantau menguat terhadap greenback. Sementara itu, mata uang regional di Asia Tenggara, seperti Baht Thailand dan Dolar Singapura, juga menunjukkan stabilitas yang relatif baik.

Situasi ini memicu perdebatan sengit di kalangan ekonom dan pengamat pasar: apakah pelemahan Rupiah ini akibat tekanan global atau murni masalah domestik? Analisis Gema semakin menguatkan argumen bahwa meskipun indeks dolar AS tidak menunjukkan penguatan signifikan, Rupiah justru terpuruk, bahkan dibandingkan dengan mata uang tetangga.

Dalam pernyataannya pada siaran langsung ‘Rakyat Bersuara’ iNews TV di Jakarta, Selasa (2/6/2026), Gema menegaskan, "Mata uang selalu mengikuti prinsip penawaran dan permintaan. Anehnya, dolar AS tidak menguat, namun mengapa Rupiah kita justru melemah drastis?" Ia menambahkan, pelemahan Rupiah bahkan terlihat jelas terhadap Dolar Singapura, yang kini telah mencapai level Rp14.000. Kondisi ini mengindikasikan adanya masalah fundamental yang perlu segera diatasi di dalam negeri.

Related Post