Sisik Ikan Jadi Sumber Cuan: Kisah Inspiratif UMKM Probolinggo Tembus Pasar Kolagen!

Sisik Ikan Jadi Sumber Cuan: Kisah Inspiratif UMKM Probolinggo Tembus Pasar Kolagen!

Wartakini.id, Probolinggo – Siapa sangka limbah sisik ikan yang selama ini terbuang percuma, di tangan seorang wanita kreatif asal Probolinggo, Jawa Timur, bisa bertransformasi menjadi produk bernilai jual tinggi? Siti Nur Seha, pelaku UMKM dari Desa Bimo, berhasil membuktikan hal tersebut dengan menciptakan Shaany Collagen, minuman kolagen premium yang kini telah mengantongi izin BPOM dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Related Post

Kisah sukses Siti berawal dari keprihatinannya terhadap limbah sisik ikan yang menumpuk di daerah pesisir. Berbekal semangat untuk mengelola limbah dan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga, Siti memulai penelitian yang kemudian berkembang menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Perjalanan ini tidaklah mudah, penuh dengan tantangan dan perjuangan, mulai dari penelitian skripsi hingga mendapatkan dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sisik Ikan Jadi Sumber Cuan: Kisah Inspiratif UMKM Probolinggo Tembus Pasar Kolagen!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Keberhasilan Siti Nur Seha tak lepas dari kolaborasi apik antara PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation and Maintenance Indonesia (POMI) melalui program Paiton bErsiNERGY di bidang Pemberdayaan Masyarakat. Program ini menjadi wadah yang tepat untuk mewujudkan inovasi daur ulang limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.

Dari Skripsi Hingga Laboratorium Sederhana

Perjalanan Siti dalam mengembangkan Shaany Collagen dimulai pada tahun 2017. Awalnya, ia berencana meneliti kulit kerang dan rajungan untuk keperluan skripsinya. Namun, ia menyadari bahwa sisik ikan kakap lebih mudah ditemukan dan jumlahnya melimpah di daerahnya.

Dengan penuh inisiatif, Siti membawa sampel sisik ikan ke laboratorium BATAN untuk menganalisis kandungannya. Setelah menunggu selama tiga minggu, hasil yang menggembirakan pun tiba. Sisik ikan tersebut ternyata mengandung kolagen, protein penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan kulit.

Meskipun berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2018, Siti menghadapi kendala pendanaan untuk melanjutkan penelitiannya. "Pada akhirnya, ayah saya rela menjual sepeda motornya demi membangun laboratorium mini di rumah kami," kenang Siti dengan haru. Kini, laboratorium sederhana tersebut menjadi saksi bisu perjuangan Siti dalam mengembangkan Shaany Collagen, produk UMKM yang semakin dikenal luas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar