Wartakini.id, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah memutar otak untuk mendongkrak rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang masih lesu. Optimisme membayangi langkahnya, terutama untuk kuartal IV-2025, meskipun mengakui adanya perlambatan ekonomi yang memengaruhi penerimaan pajak.

Related Post
Saat ini, tax ratio berada di angka 8,58 persen hingga kuartal III-2025, menjadi yang terendah sejak pandemi Covid-19 melanda. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah, yaitu 10,03 persen untuk tahun ini.

"Tax ratio kan menurun karena ekonominya melambat sebetulnya di triwulan ketiga, private sector-nya ya," ujar Purbaya kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/11/2025).
Namun, Purbaya tetap yakin bahwa kinerja penerimaan pajak akan membaik menjelang akhir tahun. Ia mengandalkan sejumlah kebijakan stimulus yang telah digelontorkan pemerintah, termasuk penyaluran dana likuiditas sebesar Rp200 triliun kepada bank-bank Himbara. Stimulus ini diharapkan dapat memacu sektor riil untuk bergerak lebih cepat.
"Tapi triwulan keempat kan kita kasih stimulus cukup besar. Uang kita gelontorkan ke sistem. Sepertinya real sector juga mulai bergerak lebih cepat. Harusnya sih akan sedikit membaik, yang jelas (tax ratio) enggak akan turun," tegasnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Purbaya berharap target tax ratio tahun 2025 dapat tercapai di kuartal IV. Lebih lanjut, ia optimistis bahwa kinerja perpajakan akan semakin membaik di tahun-tahun mendatang.
"Tapi yang penting nanti dengan perbaikan ini, tahun depan, tahun depan, 2026, pengumpulan tax akan jauh lebih bagus dibanding sekarang, tax ratio akan meningkat," pungkasnya. Peningkatan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.










Tinggalkan komentar