wartakini.id, Bangkalan – Transformasi menakjubkan telah mengubah wajah Pantai Tlangoh di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kawasan pesisir yang dulunya identik dengan tumpukan sampah dan kerusakan lingkungan, kini menjelma menjadi destinasi ekowisata yang menawan dan berkelanjutan. Perubahan drastis ini tak lepas dari peran aktif Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) yang sejak tahun 2019 menginisiasi program pemberdayaan masyarakat.

Related Post
Bertahun-tahun lamanya, keindahan tersembunyi Pantai Tlangoh tertutup oleh bau tak sedap dan gunungan sampah yang mencapai volume fantastis, 1.488 meter kubik per hari. Kondisi ini diperparah oleh aktivitas penambangan pasir ilegal yang merusak ekosistem pesisir dan mempercepat laju abrasi. Minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta perhatian pemerintah setempat yang belum optimal membuat pantai pasir putih ini seolah mati suri, kehilangan segala pesonanya.

Namun, potret kelam tersebut mulai berubah drastis sejak PHE WMO hadir di tengah masyarakat Tlangoh pada tahun 2019. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan energi ini berkolaborasi erat dengan pemerintah desa setempat untuk menggenjot potensi terpendam Desa Tlangoh.
Dengan mengusung semangat RESAPI (Rehabilitasi Ekosistem, Sinergi Aksi Pantai dan Inovasi), PHE WMO tidak hanya fokus pada pemulihan lingkungan secara fisik, tetapi juga membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat. Penataan dimulai dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang sebelumnya menyimpan rasa cemburu melihat daerah lain sukses membangun destinasi wisata. Mereka diedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai, menghentikan kebiasaan membuang sampah ke bibir pantai, dan menolak penambangan pasir liar.
Secara bertahap, sarana dan prasarana pendukung pun dilengkapi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Kawasan yang tadinya terdampak abrasi dan tempat pembuangan sampah kini bertransformasi menjadi destinasi wisata edukatif yang berkelanjutan. Lebih dari itu, program ini berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal dengan melibatkan sekitar 40 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan angka kemiskinan di Desa Tlangoh, menjadikan Pantai Tlangoh bukan hanya indah, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi dan kesadaran lingkungan.










Tinggalkan komentar