Wartakini.id – Pilkada serentak 2024 meninggalkan polemik, khususnya dugaan keterlibatan Polri dalam mendukung calon tertentu. Kritikan tajam PDI Perjuangan terhadap hal ini dinilai sebagai alarm bahaya bagi demokrasi Indonesia.

Related Post
Hendardi, Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, memandang evaluasi PDIP terhadap Pilkada sebagai aspirasi politik yang wajar. Salah satu poin penting evaluasi tersebut adalah dugaan intervensi Polri yang bahkan sampai diusulkan pencopotan Kapolri dan perubahan struktur kelembagaan Polri.

Menurutnya, bukti kuat atas dugaan tersebut tak selalu dibutuhkan, kecuali dalam sengketa Pilkada di Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi. "Kritik PDI Perjuangan harus dilihat sebagai peringatan serius terhadap kualitas demokrasi dan integritas Pilkada 2024, sekaligus dorongan untuk mempercepat reformasi dan transformasi Polri, terutama peran-peran yang dinilai merusak demokrasi," tegas Hendardi dalam keterangannya, Minggu (1/12).
Hendardi menambahkan, publik menangkap sinyal adanya pihak-pihak yang diuntungkan dari peran Polri di luar tugas normatifnya seperti pengamanan dan Gakkumdu Pilkada. Ini menjadi sorotan penting yang perlu ditindaklanjuti demi perbaikan penyelenggaraan Pilkada mendatang.











Tinggalkan komentar