wartakini.id – Para investor dan pelaku pasar bersiap menghadapi gejolak harga komoditas global pekan depan. Analis pasar uang dan komoditas terkemuka Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan indeks dolar AS minyak mentah emas dunia hingga logam mulia Antam akan sangat dinamis. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur ditambah intervensi politik terhadap kebijakan suku bunga Bank Sentral AS The Fed disebut menjadi pemicu utama fluktuasi ini.
Baca Juga
Ibrahim Assuaibi dalam analisis terbarunya mengungkapkan bahwa indeks dolar AS atau USD Index diperkirakan akan bergerak dalam rentang ketat antara 9830 hingga 10020. Ada sinyal kuat yang menunjukkan bahwa indeks dolar berpeluang menembus level psikologis 100 dalam waktu dekat.

Sementara itu pasar minyak mentah global juga diprediksi akan memanas. Harga minyak mentah jenis WTI diproyeksikan berada di kisaran 8250 sebagai batas bawah dan 9870 sebagai batas atas. Ibrahim menegaskan sentimen pasar menunjukkan harga minyak WTI berpotensi terus memanas mendekati level 99.
Untuk emas dunia logam mulia ini juga tak luput dari pergerakan signifikan. Ibrahim memaparkan level dukungan pertama emas global berada di 4393 dolar AS per troy ons dan dukungan kedua di 4276 dolar AS per troy ons. Adapun area resistensi pertama dipatok pada 4518 dolar AS per troy ons dan resistensi kedua di 4668 dolar AS per troy ons. Secara keseluruhan harga emas dunia selama sepekan ke depan diperkirakan akan bergerak antara 4276 hingga 4668 dolar AS per troy ons.
Bagi investor di dalam negeri harga Logam Mulia Antam juga menarik perhatian. Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga Antam sepekan ke depan akan berada di kisaran 2500000 hingga 2754000 rupiah per gram. Ini berarti ada potensi selisih harga hingga 254000 rupiah per gram yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku pasar.





































