wartakini.id – Publik dihebohkan oleh pergeseran desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional DTSEN yang kerap tidak selaras dengan kondisi riil masyarakat Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akhirnya buka suara menjelaskan akar permasalahan di balik fluktuasi data tersebut
Baca Juga
Menurut Gus Ipul perubahan signifikan pada desil DTSEN Volume 3 disebabkan oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Data ini kala itu belum melalui proses verifikasi dan validasi yang memadai sehingga memicu lonjakan angka yang membingungkan Kini Badan Pusat Statistik BPS telah merilis DTSEN Volume 3.1 sebagai koreksi untuk menstabilkan data

Gus Ipul menegaskan pemerintah terus berupaya keras mengonsolidasikan dan memutakhirkan DTSEN demi meningkatkan akurasi data Pemutakhiran ini melibatkan berbagai sumber termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah Ia menjamin data akan semakin akurat dalam satu hingga dua minggu ke depan setelah proses verifikasi dan validasi rampung
Penting untuk dipahami perubahan desil tidak serta merta berarti seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial Penyaluran bantuan tetap menunggu penetapan penerima pada periode penyaluran yang telah ditentukan Jadi lonjakan desil yang terjadi saat ini tidak otomatis menghilangkan hak penerima bansos karena proses penyaluran belum dimulai sementara untuk PBI dilakukan setiap bulan
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis Andy Kurniawan menambahkan desil DTSEN bukanlah ukuran langsung untuk menentukan seseorang kaya atau miskin apalagi besaran penghasilan Desil merupakan pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan penduduk secara nasional Setelah diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi penduduk kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang disebut desil
Karena sifatnya yang relatif posisi desil seseorang dapat berubah meskipun kondisi ekonominya tidak mengalami perubahan Pergeseran ini bisa terjadi karena kondisi keluarga lain dalam pemeringkatan juga berubah Sebagai contoh jika terjadi bencana di suatu wilayah seperti Sumatera yang menyebabkan banyak warga jatuh miskin secara otomatis desil individu lain yang tidak terdampak bisa naik Hal ini terjadi karena dalam pemeringkatan ulang secara nasional ada orang yang turun maka ada juga yang naik posisinya





































