wartakini.id – Kabar buruk bagi isi dompet masyarakat karena sejumlah kebutuhan pokok di pasar terpantau mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan pada Senin 26 Oktober 2026. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia berbagai komoditas dapur mulai dari bumbu hingga sumber protein mengalami tren kenaikan yang mengkhawatirkan.
Baca Juga
Komoditas cabai rawit merah menjadi juara dalam daftar kenaikan harga paling ekstrem dengan melambung tajam hingga 47 persen. Saat ini warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk menebus cabai rawit merah dengan harga mencapai Rp152.950 per kilogram. Tak hanya cabai rawit jenis cabai lainnya seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting juga ikut merangkak naik dengan persentase di atas 20 persen.

Kondisi serupa juga terjadi pada kelompok bumbu dapur di mana harga bawang merah melonjak hingga 42,8 persen menjadi Rp53.050 per kg sementara bawang putih menyusul dengan kenaikan 25,06 persen. Fenomena ini membuat biaya belanja kebutuhan dapur harian semakin membengkak.
Sektor pangan pokok lainnya seperti beras juga tidak luput dari badai kenaikan harga. Seluruh tingkatan kualitas beras mulai dari kualitas bawah hingga kualitas super mengalami kenaikan harga di kisaran 6 hingga 10 persen. Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi ketahanan pangan rumah tangga.
Kenaikan harga tidak berhenti di situ saja karena kelompok protein hewani turut terseret arus inflasi pangan. Harga daging ayam ras segar melonjak 23,4 persen menjadi Rp50.100 per kg sementara harga telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan sebesar 12,98 persen menjadi Rp33.500 per kg. Situasi ini memaksa masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur strategi belanja kebutuhan pangan sehari-hari.





































