Wartakini.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto telah merampungkan proses pemilihan calon menteri di kediamannya. Kabar mengejutkan datang dari jumlah calon menteri yang mencapai 107 orang, terdiri dari 49 calon menteri dan 58 calon wakil menteri dan kepala badan. Angka ini terbilang sangat besar dan memicu berbagai pertanyaan.

Related Post
"Kabinet Prabowo-Gibran diisi 107 orang?! WOW!! Ini sih serius nunjukin kecenderungan pemborosan anggaran dan hrs diwaspadai. Alih-alih fokus ke efektivitas dan efisiensi, eh kabinet malah membengkak! Ini justru bisa jd beban berat buat APBN," tulis Tommy Shelby, pegiat media sosial di X.

"Ini bener-benar keputusan yang tampaknya lebih mentingin politik daripada kepentingan rakyat. Dalam situasi ekonomi yang masih rentan, harusnya pengelolaan anggaran itu bijak dan fokus ke prioritas pembangunan yang jadi perhatian utama. Kita patut mempertanyakan, apakah kabinet besar ini benar-benar diperlukan atau sekadar ngakomodasi kepentingan politik semata?" tanya Tommy.
Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, juga menyoroti potensi masalah yang ditimbulkan oleh kabinet yang gemuk. "Menurut saya nggak bagus (Kabinet gemuk) karena keberhasilan suatu pemerintahan tidak tergantung pada kuantitas menteri," tegas Bivitri.
Pertanyaan besar kini menggantung: apakah kabinet yang besar ini akan menjadi solusi atau justru menjadi beban bagi APBN dan pembangunan nasional?











Tinggalkan komentar