Wartakini.id – Dua calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah bersaing ketat memperebutkan hati rakyat dengan mengumbar prestasi di bidang pendidikan. Masing-masing mengklaim punya rekam jejak mentereng dalam menangani pendidikan anak. Namun, benarkah klaim tersebut? Mari kita telusuri.

Related Post
Danny Pomanto, calon gubernur nomor urut satu dan mantan Wali Kota Makassar dua periode (2014-2019 dan 2021-2024), menawarkan program "Revolusi Pendidikan" sebagai solusi untuk memastikan semua anak usia sekolah di Makassar mendapatkan akses pendidikan. Ia memaparkan strategi unik dengan memanfaatkan kontainer di setiap kelurahan untuk mendeteksi anak-anak yang putus sekolah. Sayangnya, detail mekanisme program ini masih samar dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Danny juga menjelaskan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiga jalur di Makassar, berbeda dengan sistem nasional dua jalur. Ia mengklaim jalur ketiga ini berfungsi sebagai solusi bagi anak-anak yang tidak diterima di dua jalur sebelumnya.
Sementara itu, Andi Sudirman Sulaiman, calon gubernur nomor urut dua dan mantan Gubernur Sulsel (2022-2023), serta mantan Wakil Gubernur Sulsel (2018-2021), juga turut memaparkan pencapaiannya di bidang pendidikan selama masa kepemimpinannya. Sayangnya, detail pencapaian tersebut belum dijelaskan secara rinci dalam berita ini.
Kedua calon gubernur ini menyampaikan klaim tersebut dalam debat pertama Pilgub Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Senin (28/10/2024). Pernyataan mereka tentu saja menarik perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan: seberapa efektifkah program dan kebijakan yang telah dan akan mereka terapkan? Apakah klaim keberhasilan mereka dalam menangani pendidikan anak didukung oleh data dan fakta yang valid? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dikaji lebih mendalam untuk menilai kredibilitas kedua kandidat. Publik perlu mencermati lebih detail program yang ditawarkan, bukan hanya klaim keberhasilan semata.











Tinggalkan komentar