Rupiah Terjun Bebas Akibat Gejolak Timur Tengah

Author Image

Masih Lionel

26 Oktober 2026, 16:02 WIB

wartakini.id – Kondisi ekonomi global kembali memicu kecemasan bagi stabilitas mata uang domestik. Nilai tukar rupiah dilaporkan mengalami tekanan hebat dan ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin 26 Oktober 2026. Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda merosot sebanyak 55 poin atau menyentuh angka 18.135 per dolar AS.

Pelemahan ini tidak terjadi tanpa alasan kuat. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi biang keladi utama yang mengguncang kepercayaan pasar. Serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap fasilitas vital milik Arab Saudi, termasuk bandara dan sektor minyak, telah menciptakan gelombang ketidakpastian yang luas.

Rupiah Terjun Bebas Akibat Gejolak Timur Tengah
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Situasi di jalur strategis Laut Merah dilaporkan semakin memanas. Pergerakan kelompok Houthi menuju Selat Bab el-Mandeb memicu kekhawatiran akan gangguan pada jalur perdagangan dunia. Kondisi keamanan yang kian memburuk ini secara otomatis mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, sehingga menekan nilai rupiah.

Meski demikian, secercah harapan muncul melalui upaya diplomasi internasional. Mediator dari Qatar dikabarkan telah bergerak menuju Teheran guna meredam eskalasi konflik yang melibatkan Iran. Selain itu, pertemuan tingkat tinggi antara pejabat senior dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan dengan pihak Iran di Teheran diharapkan mampu menjadi jalan keluar untuk menstabilkan kawasan.

Langkah-langkah diplomatik yang dikoordinasikan bersama Washington ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Jika upaya perdamaian ini berhasil, diharapkan tekanan terhadap rupiah dapat mereda dan pasar kembali menemukan keseimbangannya.

Related Post