Rupiah Terjun ke Rp16.798: Guncangan Politik AS dan Jepang Jadi Pemicu!

Rupiah Terjun ke Rp16.798: Guncangan Politik AS dan Jepang Jadi Pemicu!

wartakini.id – Jakarta. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan Senin (2/2/2026) dengan koreksi tipis namun signifikan, melemah 12 poin atau sekitar 0,07 persen. Mata uang domestik ini berakhir di level Rp16.798 per dolar AS, tertekan oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global yang terus bergejolak.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti bahwa sentimen eksternal, khususnya dari Amerika Serikat, menjadi faktor dominan. Penunjukan mantan Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, oleh Presiden AS Donald Trump sebagai calon pengganti Ketua The Fed Jerome Powell, memicu ketidakpastian. Dalam risetnya, Ibrahim menjelaskan bahwa Warsh, yang dikenal setuju dengan seruan Trump untuk memangkas suku bunga secara tajam, juga merupakan kritikus terhadap program pembelian aset The Fed. "Ini mengindikasikan bahwa arah kebijakan moneter jangka panjang di bawah Warsh mungkin tidak se-akomodatif yang awalnya diantisipasi pasar," tulis Ibrahim. Meskipun demikian, Warsh kemungkinan akan menyoroti kelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko yang lebih besar, berpotensi mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut jika ia dikonfirmasi. Masa jabatan Powell sendiri akan berakhir pada bulan Mei, dan ia pekan lalu sempat mendesak penggantinya agar tidak terjebak dalam politik pemilihan.

Rupiah Terjun ke Rp16.798: Guncangan Politik AS dan Jepang Jadi Pemicu!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain, dinamika geopolitik global juga turut menyumbang sentimen. Pernyataan Presiden Trump pada hari Sabtu yang menyebut Iran "serius berbicara" mengenai negosiasi, menyusul konfirmasi dari pejabat keamanan tertinggi Teheran, Ali Larijani, mengindikasikan adanya de-eskalasi. Tanda-tanda meredanya ketegangan ini diperkuat oleh laporan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak berencana melakukan latihan tembak langsung di Selat Hormuz, sedikit mengurangi kekhawatiran pasar akan konflik.

Dari kawasan Asia, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Takaichi. Dalam pidato kampanyenya baru-baru ini, Takaichi sempat menyoroti manfaat yen yang lebih lemah bagi sektor eksportir. Namun, pernyataan ini menimbulkan kebingungan karena kontras dengan sinyal sebelumnya dari pemerintahannya yang memperingatkan terhadap pelemahan mata uang yang berkepanjangan. Meskipun Takaichi kemudian terlihat melunakkan pendiriannya, kekhawatiran akan intervensi pemerintah untuk menstabilkan yen yang bergerak berlebihan tetap menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar global.

Dengan demikian, pelemahan rupiah pada awal pekan ini merupakan refleksi dari kompleksitas sentimen global yang saling terkait. Dari spekulasi arah kebijakan moneter bank sentral AS di bawah kepemimpinan baru, meredanya ketegangan di Timur Tengah, hingga sinyal-sinyal kontradiktif dari Jepang, semua berkonvergensi menciptakan tekanan pada mata uang domestik. Pasar kini akan terus mencermati perkembangan lebih lanjut dari faktor-faktor eksternal ini untuk mengantisipasi pergerakan rupiah ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar