Waspada Lima Merek Beras Ini Ternyata Palsu

Author Image

Masih Lionel

22 Oktober 2026, 13:02 WIB

wartakini.id – Masyarakat diminta ekstra waspada saat membeli kebutuhan pokok di pasar. Sebuah temuan mengejutkan baru saja terungkap setelah pihak Bareskrim Polri bersama Badan Pangan Nasional melakukan investigasi mendalam terhadap peredaran beras fortifikasi di tanah air. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya praktik manipulasi informasi yang sangat merugikan konsumen.

Penyelidikan ini bermula dari kecurigaan terhadap ketidaksesuaian antara janji nutrisi pada kemasan dengan realitas kandungan di dalamnya. Berdasarkan data yang dihimpun, produksi beras fortifikasi dari PT DTA sendiri sempat menyentuh angka 2.500 ton dengan nilai ekonomi fantastis mencapai hampir 70 miliar rupiah dalam kurun waktu lima bulan saja. Namun, di balik angka besar tersebut, terselip praktik kecurangan yang kini tengah diusut tuntas.

Waspada Lima Merek Beras Ini Ternyata Palsu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Suhasto, menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami dugaan pelanggaran perlindungan konsumen ini. Tim Satgas Pangan telah mengambil sampel dari berbagai produk untuk memastikan apakah klaim gizi yang tertera pada label benar-benar nyata atau sekadar tipu muslihat pemasaran.

Setidaknya ada lima nama merek yang kini masuk dalam radar pengawasan ketat karena terbukti tidak memenuhi standar mutu yang dijanjikan. Kelima merek tersebut adalah Idola Hijau Fortifikasi, Idola Merah Fortifikasi, Raja Lele, Cantik Manis, dan Wijaya Kusuma. Ketidaksesuaian ini mencakup aspek kualitas fisik hingga komposisi gizi yang seharusnya menjadi nilai jual utama beras jenis ini.

Hingga saat ini proses hukum terus berjalan dengan melibatkan sejumlah saksi kunci. Penyidik telah memanggil pihak manajemen PT DTA serta meminta pendapat ahli dari laboratorium independen dan pakar perlindungan konsumen untuk memperkuat bukti. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi produsen pangan agar tidak bermain-main dengan kesehatan masyarakat demi keuntungan semata.

Related Post