wartakini.id – Pembukaan perdagangan hari Rabu 22 Juli 2026 menyajikan dinamika kontras di pasar keuangan Tanah Air. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG secara mengejutkan melesat perkasa, namun di sisi lain, nilai tukar rupiah justru harus menelan pil pahit dengan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat.
Baca Juga
Lantai bursa pagi ini dipenuhi optimisme, terlihat dari lonjakan IHSG sebesar 25.99 poin, atau setara dengan 0.41 persen, yang membawanya bertengger di posisi 6366.01. Tak hanya itu, kelompok 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga ikut bergairah, mencatatkan kenaikan 1.77 poin atau 0.28 persen, mencapai level 638.41.

Namun, euforia di pasar saham tidak sejalan dengan nasib mata uang Garuda. Rupiah justru terperosok dalam tekanan, anjlok 42 poin atau 0.13 persen. Kondisi ini menempatkan nilai tukar rupiah pada angka 17930 per dolar AS, sebuah penurunan yang cukup terasa dibandingkan penutupan sesi sebelumnya yang berada di level 17888 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan adanya disparitas antara sentimen investor di pasar modal dan pasar valuta asing.





































