Rahasia Ekonomi RI 2026 Tetap Kokoh Terkuak

Author Image

Masih Lionel

22 Juli 2026, 16:02 WIB

wartakini.id – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo baru-baru ini membeberkan proyeksi optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026. Di tengah gelombang ketidakpastian global yang kian meninggi akibat memanasnya konflik geopolitik dan tekanan pasar keuangan internasional, Perry menegaskan bahwa prospek ekonomi Tanah Air tetap kokoh dan menjanjikan.

Menurut Perry, Bank Sentral memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan berada dalam rentang yang impresif, yakni antara 4,9 hingga 5,7 persen. Angka ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap fundamental ekonomi domestik yang resilient. Strategi bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas sekaligus memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Rahasia Ekonomi RI 2026 Tetap Kokoh Terkuak
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kekuatan pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 terlihat jelas dari permintaan domestik yang solid. Konsumsi pemerintah menunjukkan peningkatan signifikan, didorong oleh kelanjutan realisasi beragam program prioritas nasional, percepatan belanja negara, pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara, serta penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat. Di sisi lain, daya beli rumah tangga juga terpelihara dengan baik berkat berbagai stimulus pemerintah, mulai dari bantuan pangan, diskon tarif transportasi, hingga inisiatif program magang dan pelatihan vokasi berskala nasional.

Sektor investasi turut menyumbang geliat positif, ditopang oleh pembangunan berbagai proyek strategis yang termasuk dalam Program Kerja Prioritas Nasional. Kendati demikian, Perry menekankan pentingnya terus menggenjot investasi swasta agar dapat menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih bertenaga. Dari kacamata eksternal, kinerja ekspor nasional perlu terus diperkuat untuk memaksimalkan keuntungan dari tingginya harga komoditas global, meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan masih menghadapi perlambatan.

Related Post